Amien Rais turut mengamati polemik yang menimpa Ganjar usai menolak timnas Israel bertanding di Indonesia. Menurut dia, Ganjar harus menerima konsekuensinya yaitu elektabilitasnya merosot.
Amien Rais melihat kalau dampak yang diterima Ganjar tak main-main, karena dia adalah salah satu orang yang dianggap sebagai penyebab gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
"Setelah pencabutan FIFA Indonesia sebagai tuan rumah, mungkin ada sanksi lebih berat, tiba-tiba Pak Ganjar nyungsep. Elektabilitas Pak Ganjar kena dampak luar biasa," kata Amien Rais.
Amien Rais menganggap apa yang dilakukan Ganjar adalah sebagai bentuk kehancuran. Hanya karena menolak timnas Israel, alih-alih mendapatkan simpati dari masyarakat, Ganjar malah harus menelan pil pahit.
"Kehancuran sudah terjadi, ini mengurangi mangnitude besarnya kehancuran secara sistematik kita belum tahu," katanya.
Dan ujung-ujungnya, Amien Rais tetap endorse Anies sebagai bacapres di Pilpres 2024. Sudah saya bilang beberapa kali, setelah polemik Piala Dunia U-20 mulai mereda, mulai banyak yang keluar dari sarang dan teriak-teriak seolah sudah paling bijak.
Memang, kalau mau komentar, ini saat yang tepat. Angin ribut sudah melandai dan tenang. Kalau mereka ribut di saat sebelum pertandingan, bakal berdampak pada rencana politik mereka. Di saat semua orang ngamuk kepada Koster dan Ganjar, di situlah mereka keluar kandang dan komentar seperti sediakala.
Pak Amien Rais jangan halu ketinggian. Memangnya kalau Ganjar merosot elektabilitasnya, memangnya Anies akan naik elektabilitasnya? Ini nggak nyambung.
Tipe pemilih Anies dan Ganjar sangat berbeda dan kontras. Sebelum ribut-ribut Piala Dunia U-20, yang mendukung Ganjar itu adalah tipe nasionalis, anti kadrun dan sensitif dengan kelompok intoleran mabuk agama. Sedangkan pendukung Anies adalah kelompok intoleran, yang setipe dengan pendukung PKS.
Dua kelompok ini bagai minyak dan air, tidak bisa menyatu seutuhnya, akan terlihat perbedaan yang kontras.
Kelompok sebelah tidak akan sudi mendukung sosok yang berkaitan dengan pemerintah saat ini. Sedangkan kubu pendukung Jokowi juga ogah memilih pemimpin pujaan kelompok sebelah. Ini sudah tradisi yang dijaga sejak dulu sampai sekarang.
Makanya banyak orang, terutama pendukung Anies yang halu. Mereka senang Anies dapat durian runtuh, padahal tidak ada kaitannya sama sekali. Yang kecewa pada Ganjar, tidak akan berpindah ke Anies. Ini namanya keluar kandang untuk mencari yang lebih baik, tapi memilih yang lebih hancur. Mereka pastinya akan menunggu sosok lain yang juga nasionalis, bukan dari kalangan kayak PKS.
Soal Ganjar, kita masih meraba-raba. Peta politik masih belum pasti. Paling lambat pada Agustus nanti, akan ketahuan siapa yang akan bertarung di Pilpres 2024. Bisa saja Ganjar tetap dicapreskan, bisa juga entah siapa yang akan muncul.
Jangan harap deh Anies dapat limpahan suara dari kubu nasionalis. Bagi mereka Anies itu kartu mati. Omongannya sudah tidak bisa dipercaya. Banyak ngibulnya ketimbang jujurnya.
Omongan seorang kakek tua pecundang politik adalah hasil dari halusinasi akibat sudah terlalu lama menelan kekalahan. Saking terobsesi menang di Pilpres, semua celah dijadikan cocoklogi, hahaha.
Ganjar Merosot, tetap tidak masalah. Anies tetap akan segitu-gitu aja, tidak ada banyak perubahan.
Harusnya, begitu Amien Rais bilang elektabilitas Ganjar merosot, dia cepatan nyapres aja. Toh, Ganjar yang sebelumnya paling tinggi elektabilitasnya sudah jeblok. Ini adalah kesempatan Amien Rais untuk mengalahkan Ganjar lalu jadi presiden RI. Bukankah ini adalah impian tertinggi Amien Rais sepanjang hidupnya?
Umur semakin bertambah. Mau tunggu sampai kapan lagi? Jarang-jarang Ganjar bikin blunder. Ini kesempatan sekali seumur hidup. Amien Raia harus nyapres. Dengan nama besarnya, semua partai pasti tidak akan ragu mengusung Amien Rais, hahaha.
Apalagi kalau dia menepati janji jalan kaki dari Jakarta ke Yogya, semua orang pasti tepuk tangan. Amien dapat respek dan pujian. Elektabilitas naik drastis. Impian semakin dekat. Siapa yang tidak mengenal seorang bapak reformasi (ada yang bilang geladangan politik, entah mana yang benar, hehehe).
Amien Rais pasti bisa kok. Dalam mimpi. Dia cocok jadi presiden alam mimpi. Atau presiden PA 212 pun cocok. Yang penting presiden.

0 Komentar