Tepat pada hari Kartini, Ketua Umum PDIP Ibu Megawati mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai capres yang diusung PDIP. Pengumuman ini disampaikan Ibu Mega, dengan duduk berdampingan dengan Presiden Jokowi. Padahal sebelumnya sempat pula beredar berita bahwa PDIP baru akan mendeklarasikan capres pilihannya pada bulan Juni nanti.

Memang ada beberapa peristiwa yang bisa jadi mendorong disegerakannya pengumuman capres ini oleh PDIP. Pertama, adanya rebound terhadap elektabilitas Ganjar Pranowo dalam hasil survei SMRC. Pasca gagalnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U20, ternyata tidak perlu waktu lama bagi Ganjar untuk kembali melejit di dalam survei SMRC, walaupun sempat turun. Ganjar berada di posisi teratas dengan angka 26,8 persen, mengungguli Prabowo dengan angka 25,4 persen dan Anies Baswedan dengan angka 16,7 persen.

Artinya memang Ganjar sempat terkena badai, namun Ganjar berhasil melaluinya. Dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, yang awalnya berbeda pendapat, akhirnya Gibran yang sowan menghadap Ganjar, bahkan sempat meminta maaf karena beda pendapat. Kemudian salah satu pemain timnas Hokky Caraka, yang sempat mengeluarkan kritikan sangat pedas, akhirnya bertemu langsung dengan Ganjar dan menyatakan masalahnya sudah clear. Ini menunjukkan bahwa Ganjar adalah sosok yang berani menghadapi masalah, dan sanggup mencari jalan rekonsiliasi untuk mengakhiri masalah itu.

Tentunya, peristiwa yang paling bermakna adalah kebersamaan yang kembali ditunjukkan oleh Presiden Jokowi dengan Ganjar, ketika mereka seharian bersama dalam satu mobil. Seakan menunjukkan bahwa tidak ada masalah di antara Presiden Jokowi dengan Ganjar Pranowo. Kedekatan dan kebersamaan antara Presiden Jokowi dan Ganjar Pranowo itu tidak terganggu dengan persoalan sebelumnya.

Sementara itu, dalam hasil survei lembaga Indikator Politik Indonesia yang terbaru, angka kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi mencapai 75,5 persen. Angka ini disebut tertinggi dalam 8 tahun terakhir. Hasil survei ini menunjukkan bahwa kinerja Presiden Jokowi merupakan faktor mayoritas yang bakal menentukan kemenangan capres pada 2024. Saya kira ini adalah faktor utama yang akhirnya membuat PDIP yakin akan pilihannya dan akhirnya mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai capres.

Hampir tidak ada sosok lain yang dekat dan hampir mirip dengan Presiden Jokowi selain Ganjar Pranowo. Bahkan ciri-ciri Ganjar, yakni rambut putih, pernah disebut oleh Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang memikirkan rakyatnya. Publik tahu bahwa Presiden Jokowi adalah pemimpin yang betul-betul memikirkan rakyatnya. Ini kriteria utama yang harus dimiliki oleh penerus Presiden Jokowi. Ditambah dengan kesederhanaan dan kehangatan serta kedekatan dengan rakyat.

Ya memang pasti tidak bisa plek ketiplek dengan Presiden Jokowi. Namun kriteria utamanya sudah serupa dengan seorang Jokowi. Rakyat tentu tidak ikhlas kalau presiden berikutnya tidak meneruskan semua kerja keras yang sudah digeber oleh Presiden Jokowi. The next president harus punya semangat, prinsip dan kinerja yang sama. Dia harus jadi pemimpin sekaligus pelayan buat rakyatnya. Itu lah Joko Widodo, dan itu juga adalah Ganjar Pranowo. Kura-kura emang juara!