Gibran mungkin masih muda dan polos menerima kedatangan Menteri pertahanan Prabowo Subianto tanpa melihat partainya dan afiliasinya dengan ormas terlarang beberapa tahun belakangan ini.
Dia menerima menteri-menterian Prabowo ke kediamannya dan menyuguhkan makanan ala jawa. Tak lama berselang adiknya Prabowo pun langsung kelihatannya ingin melakukan penggiringan opini publik mengatakan bahwa ada capres yang suka nonton film porno.
Kelihatan banget kok bahwa pertemuan antara Prabowo dengan Gibran ini dimanfaatkan oleh orang Gerindra yang tidak jelas secara tidak bertanggung jawab.
Langsung adik kandungnya Prabowo mengatakan bahwa ada capres yang suka nonton film porno dan itu siapa lagi kalau tidak menghajar dan menyasar kepada Ganjar Pranowo yang selama ini memang digosipkan dan di framing sebagai capres yang berfoto bersama Maria Ozawa.
Bola panas dilempar oleh kader Gerindra dan menjadikan serangan tersebut sebagai Serangan yang menghancurkan karakter dari Ganjar Pranowo. Pemanggilan itu menjadi sebuah hal yang penting karena Gibran harus mengklarifikasi dan diperlihatkan bahwa dampak dari mengundang Prabowo itu adalah hoax kepada Ganjar Pranowo.
Sangat mungkin terjadi sebuah penggiringan opini bahwa Prabowo itu didukung oleh Jokowi padahal nyata-nyatanya Jokowi dukung Ganjar Pranowo. Presiden Joko Widodo juga adalah orang yang setia kepada NKRI lewat amanat partai yang menjadi sebuah tonggak dari demokrasi. Pilar dari demokrasi adalah partai dan secara khusus partai PDIP.
Saya bukan kader PDIP tapi saya melihat bagaimana Ganjar Pranowo, Jokowi, Gibran adalah kader yang harus diberikan pemahaman dan terus-menerus menjadi inspirasi soal persatuan dan kesatuan Indonesia.
Tidak mungkin Gibran mendukung penculik dan pelanggar hak asasi manusia. Tidak mungkin juga Gibran mendukung orang yang mempermainkan politik identitas di Indonesia sampai menghancurkan persatuan dan kesatuan dengan kubu yang ada saat ini.
Tidak mungkin Gibran menjadi orang yang lupa akan sejarah kelam 1998 karena saat itu saya yakin dia sudah berusia cukup dewasa untuk memahami keadaan yang begitu mengerikan.
Mungkin Gibran beberapa tahun di bawah saya tapi setidaknya memori akan 1998 itu pasti melekat di memorinya Gibran sebagai memori kolektif sebagai elemen bangsa. Sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dia juga seharusnya diajarkan kuliah politik mengenai betapa kelamnya Mei 1998 itu dan dampaknya kepada bangsa Indonesia.
Pelecehan seksual, pembakaran dan pemerkosaan dengan galih bukan pribumi juga terulang di tahun 2016-2017 silam. Mungkin secara korban tidak ada tercatat di tahun 2016-2017 namun kebencian itu membuat Rasa trauma yang mendalam bagi korban yang masih survive sampai hari ini.
Maka dengan demikian kita tahu bahwa Gibran tidak mungkin tidak tegak lurus dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan . Dia tidak mungkin mendukung orang yang memiliki barisan yang berisi orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam menyebarkan fitnah Ganjar Pranowo suka nonton film porno.
Inilah yang saya katakan sebagai loyalitas yang logis. Ganjar Pranowo adalah sosok yang tentu akan dimenangkan oleh Gibran Rakabuming Raka. Karena Ganjar adalah sosok satu-satunya yang jauh dari pelanggaran HAM dari 1998 sampai 2016-2017.
Terima kasih Bapak Hasto yang merupakan sekretaris jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam memberikan panggilan klarifikasi kepada Gibran. Dan Bapak watubun sebagai anggota dewan kehormatan.
Emang sudah waktunya negara ini harus lanjut terus berlari di dalam melakukan pembangunan sumber daya alam dan sumber daya manusia oleh Ganjar Pranowo yang merupakan Presiden Republik Indonesia tahun 2024 silam.
Sudah jelas dukungan Ganjar didapatkan dari Gibran Rakabuming Raka. Artinya pendukungnya Gibran sudah boleh kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi yakni kepada amanat Pancasila yang satu-satunya diwakilkan oleh Ganjar Pranowo.

0 Komentar