Indikator Politik Indonesia
melakukan survei terkait simulasi tiga pasangan capres dan cawapres pada
pilpres 2024. Hasilnya, pasangan Ganjar Pranowo dan Sandiaga Salahuddin Uno
mendapatkan elektabilitas tertinggi dengan perolehan nilai 38 persen.
Adapun pasangan Ganjar-Sandi mengalahkan
pasangan Prabowo Subianto-Erick Thohir yang memperoleh 32,2 persen, serta
pasangan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono dengan perolehan 19,2 persen.
Sementara yang tidak tahu/tidak menjawab sebanyak 10,6 persen.
Pada simulasi berikutnya, pasangan Ganjar-Sandi
juga mengalahkan pasangan Prabowo-Erick dan pasangan Anies-Khofifah Indar
Parawansa.
Ganjar-Sandi
memperoleh 37 persen, Prabowo-Erick memperoleh 34,3 persen sedangkan
Anies-Khofifah memperoleh 17,9 persen. Sementara yang tidak menjawab/tidak tahu
sebanyak 10,8 persen.
"Kalau Pak Ganjar berpasangan dengan Sandi
mendapatkan 37 persen, Pak Prabowo dengan Erick 34,3 persen, dan Mas Anies dan
Khofifah 17,9 persen," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia
Burhanuddin Muhtadi dalam keterangan tertulis, Kamis (18/5/2023).
Hal ini disampaikannya dalam rilis survei secara
daring bertema 'Peta Elektoral Pasca Deklarasi Ganjar Pranowo Sebagai Capres
PDIP dan PPP, Kamis (18/5).
Burhanuddin mengatakan
target populasi survei ini merupakan warga negara Indonesia yang berusia 17
tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon, sekitar 83 persen dari
total populasi nasional.
Pemilihan sampel dilakukan melalui random digit
dialing (RDD), yakni teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor
telepon secara acak. Dengan teknik RDD sampel sebanyak 1.290 responden, dipilih
melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.
Adapun margin of error survei ini diperkirakan
kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple
random sampling. Wawancara dengan responden pun dilakukan lewat telepon oleh
pewawancara yang terlatih.

0 Komentar