Akhirnya “Telunjuk” atau kode dari Jokowi pun sangat jelas, dengan mengatakan bahwa "Kalau... pemimpin... ke depan... seperti pak Ganjar Pranowo, yang paling penting itu memang nyali itu nomor satu, berani itu nomor satu, berani dan punya nyali, dan saya lihat Pak Ganjar punya" Begitulah yang dikatakan Pak De Jokowi dengan pelan agar sangat jelas. Tidak muter-muter tapi jelas sejelas-jelasnya.
Hal ini dikatakan Pak De Jokowi
pada acara yang digelar oleh PDIP, yaitu acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas)
III, pada hari selasa tanggal 6 Juni 2023. Rakernas III ini digelar di Sekolah
Partai PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Rakernas dibuka langsung oleh Ketua
Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Perkataan Jokowi ini terjadi
setelah Pak Prabowo membuat blunder soal Proposal Ukraina-Rusia. Apakah ini
kebetulan belaka? Atau memang apa yang disampaikan Pak Jokowi itu adalah imbas
dari apa yang telah dilakukan Pak Prabowo?
Artinya, Pak Jokowi menegaskan
dengan setegas-tegasnya bahwa Ganjar adalah pemberani dan punya nyali setelah
kejadian Pak Prabowo menjadi bahan tertawaan di sosial media soal Proposal
Ukraina-Rusia ini. Jadi Ini fakta yang terjadi, dan analisa yang saya sampaikan
belum tentu benar, namun beginilah adanya.
Mungkin itulah yang mendasari
Pak Jokowi mengatakan dengan jelas bahwa yang berani dan punya nyali itu adalah
Ganjar Pranowo, maka tidak termasuk Prabowo kan? Apalagi Anies.
Lantas apakah definisi berani
dan punya nyali itu adalah orang yang garang? Orang yang suka gebrak meja? Atau
orang yang ditakuti karena kalau marah wajahnya memerah? Ataukah berani dan
punya nyali itu adalah orang yang asal seruduk? Atau asal hantam
lawan-lawannya?
Ataukah orang pemberani itu
adalah orang yang kalau telah berbuat malu tetap saja pede dan wajahnya tebal
kayak muka badak? Tentu saja bukan kan? Ataukah orang yang menyerang lawan
politiknya dengan menggunakan data yang salah? Ataukah orang yang menyerang
atau menjelek-jelekkan lawan politiknya dengan cara berbohong atau
ngarang-ngarang cerita begitu?
Tentu saja tidak seperti itu!
Menurut saya, definisi berani
dan punya nyali tidaklah demikian. Kalau asal seruduk atau asal menyerang lawan
dalam perang misalnya, itu namanya nekat tanpa perhitungan, akhirnya bisa
konyol. Atau misalnya ketika marah-marah atau emosi, lalu membanting
benda-benda yang ada di sekitarnya, bahkan membanting benda yang ada di
tangannya misalnya Handphone, maka ini namanya bukan berani dan punya nyali,
tapi ini namanya emosi yang tinggi dan tak terkendali, dan karakter seperti ini
tidak pantas untuk mengambil keputusan yang berani, maka sangat berbahaya orang
dengan karakter seperti ini menjadi pemimpin negara.
Jadi berani dan punya nyali itu
bukan tanpa perhitungan, justru ada hitungannya tersendiri, alias sudah
menerawang akibat-akibatnya dari apa yang akan diputuskan dari suatu masalah,
karena kalau tidak segera mengambil keputusan dan berlarut-larut, maka bisa
jadi akan menimbulkan hal-hal yang tidak bagus ke depannya.
Intinya bahwa berani dan punya
nyali itu masih didasarkan pada akal pikiran yang sehat, logika berpikir masih
bermain, tidak asal embat dan tidak asal tembak.
Nah, Ganjar Pranowo ini sudah
pernah teruji dalam beberapa kasus, salah satunya, misalnya yang terbaru adalah
kasus penolakan tim sepakbola Israel. Ganjar berani mengambil keputusan
penolakan, dan bahkan punya nyali menghadapi semua yang tidak sepakat
dengannya, dan kita sudah lihat Ganjar mendapatkan serangan, tapi beliau tegar
dan menghadapi semua itu, dan hasilnya beliau pun dipercaya oleh PDIP sebagai
capres yang akan meneruskan pemerintahan Jokowi ke depannya. Insya Allah,
Ganjar Presiden 2024.
Jadi sekali lagi, berani dan
punya nyali itu tidak hanya gertak-gertakan saja atau tidak hanya main seruduk,
tapi benar-benar hitungannya matang dan berkomitmen pada ideologi Pancasila dan
kebangsaan. Dan kini mendekati pemilihan presiden 2024, sosok yang berani dan
punya nyali dari capres yang ada sekarang ini hanya Pak Ganjar Pranowo.
Tentu saja, apa yang saya katakan
ini tidak akan diterima oleh para pendukung capres masing-masing selain dari
Ganjar Pranowo. Mungkin dari pendukung Prabowo akan gerah dengan hal ini,
apalagi pendukung Anies.
Sebenarnya Pak Prabowo bisa
membuktikan dirinya berani dan punya nyali pada kasus KKB di Papua sana, namun
sampai saat ini, sampai proposal Ukraina-Rusia di sampaikan di Singapura,
urusan KKB sepertinya belum menjadi perhatian utama pak Prabowo sebagai menteri
pertahanan, karena masalah KKB ini adalah menyangkut juga masalah pertahanan
negara, dan itu domain pak Praobowo. Kalau soal Ukraina-Rusia, ada menlu dan
Presiden yang bisa saling berkoordinasi.
Jadi, saya juga ingin berani
dan punya nyali untuk memilih Ganjar Pranowo sebagai presiden berikutnya
meneruskan apa yang telah dikerjakan oleh pak Jokowi.

0 Komentar