Resminya Ganjar Pranowo maju sebagai bakal Capres 2024 dari PDI Perjuangan, ternyata mulai membikin gerah kubu Anies Baswedan. Seperti bisa diduga sebelumnya, serangan-serangan dari akun medsos penyebar hoaks, yang ditujukan buat memperburuk citra Ganjar Pranowo di mata netizen.
Akun Twitter "Lambe Waras" ditengarai sebagai salah satu pelakunya. Seperti belum lama ini ramai beredar tangkapan layar postingan akun Twitter ini dengan narasi Ganjar Pranowo sedang memeluk mesra seorang wanita muda dengan (maaf) birahi.
Gampang sebenarnya mencari tahu siapakah wanita yang dipeluk Ganjar itu. Nggak lebih dari semenit kalau niat, kita bisa dapatkan fakta soal peristiwa yang jelas terjadi di depan publik itu. Mau menanyai orang-orang di sana juga bisa, kalau berniat mencari faktanya loh ya. Namun, sekali lagi karena niatnya terkesan memang menyebarkan hoaks, maka semua fakta, juga logika dan penelusuran (sebagai hal yang mendasar dalam suatu informasi) akan langsung diabaikan.
Saya sempat membuka pula akun Twitter ini, lalu dalam waktu singkat melakukan scrolling buat mencari tahu akun ini seperti apa. Bisa ditebak dong hasilnya? Ya, selain mempropagandakan kebaikan dan kehebatan Anies (hebat dalam penafsiran sepihak dan dipaksakan tentunya), secara jelas saya melihat banyak postingan yang memang ditujukan buat merusak reputasi Ganjar.
Beberapa hal pada masa lalu, misalkan soal kasus E-KTP yang isunya sempat menyebut nama Ganjar (meski jelas Ganjar tidak terlibat), juga berita soal pengakuan Ganjar di acara podcast bahwa dia menonton konten pornografi dalam kehidupan pribadinya ... bisa ditebak akan menjadi senjata buat menyerang Ganjar. Ini kalau bukan kerjaan BuzzerRp dari kubu Anies, trus apa lagi tujuannya?
Nantinya semisal Capres 2024 juga diikuti oleh Prabowo, kita yakin bahwa informasi hoaks akan menyasar juga ke arah kubu Prabowo. Ini mirip dengan strategi politik di Pilpres 2014 dan 2019 dimana serbuan narasi hoaks dan fitnah, bahkan yang sangat provokatif dipakai buat menyerang kubu Jokowi. Cara yang sama kini ditujukan buat menyerang Ganjar secara personal.
Jadi bagaimana sekarang? Mengandalkan Dewan Pers atau otoritas yang menangani berita hoaks dan fitnah rasanya tidak bisa lagi. Mereka mungkin takut dituding buzzer pemerintah, pro Jokowi atau Ganjar, hingga pendukung PDI Perjuangan ... sehingga tidak berani tegas menyikat postingan hoaks semacam yang diarahkan pada Ganjar itu.
Kubu Ganjar bersama PDI Perjuangan perlu menyikapi dengan serius, bahkan kudu menyiapkan pasukan cyber buat mengcounter informasi hoaks, fitnah, dan menyesatkan itu sebelum dipercaya oleh lebih banyak orang, yang bisa menggerus suara Ganjar Pranowo saat coblosan nanti. Bagaimana menurut Anda?
Begitulah kura-kura...

0 Komentar