Berbagai inovasi digagas Gubernur
Jawa Tengah (Jateng) Ganjar
Pranowo supaya Usaha Kecil Mikro dan Menengah
(UMKM) di Jawa Tengah bisa berkembang dan naik kelas. Selama dua periode
menjabat, Ganjar membuat beragam inovasi dengan menggandeng pihak perbankan dan
juga swasta untuk mengembangkan UMKM dalam upaya membangun ekonomi kerakyatan.
Di antaranya, pelatihan, pendampingan, memfasilitasi akses
promosi, membantu permodalan, menyediakan tempat untuk mengembangkan UMKM, memfasilitasi
sertifikasi halal, mendukung penggunakan produk lokal, serta memberikan
pendampingan agar produk UMKM Jateng bisa menembus pasar dunia.
Berikut 7 inovasi Ganjar majukan UMKM:
1.
Lapak Ganjar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membantu para pelaku UMKM
mempromosikan dagangannya secara gratis di akun Instagram @lapak_ganjar yang
memiliki jumlah followers lebih dari 48,7 ribu dan akun Instagram
@ganjar_pranowo yang memiliki followers lebih dari 5,6 juta.
Program Lapak Ganjar telah dimulai sejak 11 Juli 2020 dan masih
berlangsung hingga kini. Tema produk UMKM yang di-repost berbeda-beda setiap
pekannya. Setiap Sabtu, tema produk akan diumumkan, kemudian pada Minggu, story
produk UMKM akan di-repost. Sudah lebih dari 3.365 UMKM yang dipromosikan
secara gratis melalui program ini.
2.
Kredit Murah
Bersama Bank Jateng, Ganjar meluncurkan berbagai inovasi yang
memudahkan pelaku usaha mengakses modal dengan bunga ringan. Sejumlah program
yang diluncurkan yakni program Kredit Lapak yang ditujukan untuk pedagang pasar
tradisional dan ibu-ibu rumah tangga dengan plafon kredit Rp2 juta.
Kemudian ada Kredit Mikro Sejahtera (Mitra) Jateng 25, dan
Kredit Mitra Jateng Startup milenial dengan plafon masing-masing Rp25 juta.
Bunga ringan yang diberikan berkisar antara 2 hingga 3 persen per tahun dengan
jangka waktu pinjaman hingga 3 tahun.
Terbaru, diluncurkan Kredit Mitra Jateng start up millenial yang
ditujukan bagi pelaku usaha rintisan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan
semangat milenial agar melahirkan ide usaha yang dibutuhkan seiring
perkembangan zaman.
3.
Pendampingan UMKM
Mendorong pengembangan UMKM merupakan strategi Ganjar
mengentaskan kemiskinan di Jateng. Di bawah kepemimpinan Ganjar, Dinas Koperasi
dan UMKM memfasilitasi pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar naik
kelas.
Pelatihan dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak yang
berkompeten, di antaranya marketplace. Termasuk dengan menggandeng Baznas dan
CSR, untuk memberikan pelatihan serta akses modal.
Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan Pemprov Jateng
menunjukkan hasil yang gemilang. Jumlah UMKM selama kepemimpinan Ganjar
meningkat drastis. Berdasarkan data Pemprov Jateng, jumlah UMKM binaan
mengalami kenaikan sejak tahun 2018 sebanyak 143.738 kemudian bertambah menjadi
178.821 pada 2022.
Sedangkan jumlah tenaga kerja UMKM binaan yakni sudah mencapai
1.320.953 orang. Jumlah tersebut naik jika dibandingkan pada 2018 sebanyak
1.043.320. Kenaikan UMKM binaan juga diikuti dengan kenaikan omset dan asset.
Untuk omset, tahun 2018 sebesar Rp55,69 triliun meningkat Rp68,48 trliiun di
tahun 2022.
4.
Hetero Space
Mimpi Ganjar membangun ekosistem ekonomi digital berbasis UMKM
diwujudkan dengan membangun Hetero Space, co-working space dan juga creative
hub hasil kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah bersama dengan
Impala Network.
Hetero Space berfokus pada penyediaan ruang dan wadah
berjejaring untuk para industri kreatif, UMKM, startup, pemuda serta
stakeholder lainnya. Sebagai ekosistem builder, Hetero Space tidak hanya
sebagai fasilitas tempat, tetapi juga program pengembangan, misalnya pelatihan,
kompetisi, inkubasi untuk sektor UKM kreatif atau startup digital.
Walau memiliki nama yang sama, Hetero Space memiliki perbedaan
fokus sektor baik di Semarang, Solo ataupun di Banyumas. Hetero Space Semarang
fokus pada sektor bisnis, UMKM, startup dan komunitas. Hetero Space Solo fokus
pada kesenian, UMKM, pertunjukkan (Exhibition and Performance), e-sport dan
komunitas. Sedangkan Hetero Space Banyumas fokus pada bisnis, pertunjukkan
(Exhibition and Performance), startup, sport community.
5.
Sertifikasi Halal Produk UMKM
Pemprov Jateng berkomitmen mendukung perkembangan UMKM dengan
pemberian sertifikat halal. Sejak 2012 hingga akhir 2022, sudah ada 2.144
pengusaha kecil dan menengah di Jateng telah tersertifikasi halal.
Sertifikasi halal menjadi jembatan bagi pengusaha kecil dan
menengah untuk naik kelas. Selain meningkatkan kepercayaan konsumen,
sertifikasi ini memberikan ketenangan berusaha bagi produsen, memperbaiki
manajemen produksi, meningkatkan daya saing produk, hingga kejelasan sumber
bahan baku produk yang sesuai syariat.
6.
Dukung Penggunaan Produk Lokal
Untuk mewujudkan cita-cita Soekarno ketahanan ekonomi berdikari,
Ganjar secara serius mendorong kebiasaan penggunaan produk lokal atau dalam
negeri.
Upaya itu diaplikasikan dengan menciptakan tradisi menggunakan
produk dalam negeri terutama dari UMKM di lingkungan Pemprov Jateng. Tercatat
realisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) di Provinsi Jateng
hingga kini sudah mencapai 98,26 persen. Sekitar 85,6 persen dari capaian
tersebut menggunakan produk dari UMKM.
7.
Ekspor Produk UMKM
UMKM Jateng terus berkembang. Pendampingan dan dukungan Pemprov
Jateng kepada pelaku UMKM mulai menunjukkan hasil, ditandai dengan banyaknya
produk UMKM Jateng yang sukses menembus pasar dunia.
Pemprov Jateng melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan,
memberikan pendampingan bagi para pelaku UMKM agar produknya dapat diekspor.
Melalui program Export Coaching Program Training of Exporters (TOX), para
pelaku mampu memahami tentang persiapan ekspor, melakukan pengembangan pasar
ekspor dan penetrasi pasar ekspor.
Sejumlah produk UMKM yang sudah menembus pasar eksport yakni,
produk kayu, produk pertanian, minyak atsiri, gula kelapa organik, bunga palm,
sapu glagah, mi, soun, emping, dan berbagai produk lainnya. Produk unggulan
UMKM di Jateng ini sudah di ekspor ke sejumlah negara seperti negara-negara di
Amerika, Arab, Jepang, Tiongkok hingga sejumlah negara di Eropa.

0 Komentar